Sendiri 2
Aku 1: “Tampaknya kita sudah jarang berkonflik, ya tentang kesendirian?”
Aku 2: “Iya, aku senang dan sangat menikmati kesendirian ini”
Aku 1: “Sungguh?”
Aku 2: “Sungguh-sungguh”
Aku 1: “Baiklah. Aku senang kalau kamu juga senang….tapi sebentar, kamu tidak sedang menyangkal diri sendiri kan?”
Aku 1: “sama sekali enggak”
Aku 2: “Tapi aku jadi sering melihatmu…”
Aku 1: “Sssh….jangan berisik. Aku sedang menikmati kesunyianku”
pertama, apakah comment 3 bulan sesudah posting ini dianggap sudah terlambat? barangkali penulis sudah tidak lagi mendiskusikan ‘kesendirian’ karena sudah bukan masalah lagi dan bahkan sudah basi? … well, toh aku mau comment, kalau sudah basi ya dibuang ke tong sampah tak apa, toh di sana akan bertemu comments lain yang juga sudah basi tapi yang secara bersama justru bisa menjadi pupuk pembangkit kehidupan baru? …
comment-ku cuma ini: … kesendirian itu justru adalah teman kita yang paling setia …
cuma itu kok …
mathilde
February 8, 2009 at 9:24 am
gak kok, gak basi….ini memang lagi aku jalanin….
iya, pada akhirnya memang aku sadar kalau kesendirian itu akan selalu melekat pada diri kita, kesendirian itu adalah kita sendiri. Jadi inget cuplikan sebuah lagu: “…born alone….die alone…”
terima kasih, lho sudah mampir, ibu Mathilde
sisca
February 11, 2009 at 9:12 am